assalamualaikum.....

Selamat datang di taman hati mumtaz, semoga blog ini bermanfaat bagi yang membacanya.....

Wednesday, November 30, 2011

Tentang cemburu :)

Al-ghirah (rasa cemburu) merupakan fitrah dasar pada diri wanita, yang mengalir didalam dirinya dan berjalan di aliran darahnya. Maka wanita muslimah harus menjaga fitrah ini agar tidak terlumuri gangguan dan bisikan-bisikan syetan. Dia harus mengekangnya dengan tali iman dan membelenggunya dengan ikatan taqwa, agar rasa cemburu itu justru memberikan hasil yang baik, sehingga dia bisa memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti.

Namun, jika seorang wanita memberi angin dan membuka peluang bagi rasa cemburu, maka ia akan dihadapkan pada resiko yang tidak enteng, syetan akan menyeretnya peda kedurhakaan terhadap Allah dan mengundang kemarahan-NYA. Selanjutnya dia lebih suka berdusta, berbuat zalim, melanggar kehormatan dan menyebarkan berbagai fitnah.

Kalau sudah begitu rumah tangganya tentu akan diselimuti kabut penderitaan, hatinya digelayuti berbagai ilusi dan praduga-praduga yang berkepanjangan.

Cemburu tidak akan muncul kecuali ada rasa cinta, selagi cinta ini kuat, maka tingkat kecemburuan wanita kepada suaminya juga semakin kuat.






Tuesday, November 29, 2011

Menjadi yang paling di cintai...

”Bukan daging-daging unta dan darahnya itu yang dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya…” (Al-Hajj: 37)

Maha Agung Allah yang Menciptakan kehidupan dengan segala kelengkapannya. Ada kelengkapan pokok, ada juga yang cuma hiasan. Sayangnya, tak sedikit manusia yang terkungkung pada jeratan kelengkapan aksesoris.

Berkurbanlah, Anda akan menjadi yang paling kaya

Logika sederhana manusia kerap mengatakan kalau memberi berarti terkurangi. Seseorang yang sebelumnya punya lima mangga misalnya, akan berkurang jika ia memberikan dua mangga ke orang lain. Logika inilah yang akhirnya menghalangi orang untuk berkurban.

Jika bukan karena iman yang dalam, logika ini akan terus bercokol dalam hati. Ia akan terus menenggelamkan manusia dalam kehidupan yang sempit, hingga ajal menjemput. Sulit menerjemahkan sebuah pemberian sebagai keuntungan. Sebaliknya, pemberian dan pengorbanan adalah sama dengan pengurangan.

Rasulullah saw. mengajarkan logika yang berbeda. Beliau saw. mengikis sifat-sifat kemanusiaan yang cinta kebendaan menjadi sifat mulia yang cinta pahala. Semakin banyak memberi, orang akan semakin kaya. Karena kaya bukan pada jumlah harta, tapi pada ketinggian mutu jiwa.

Rasulullah saw. mengatakan, “Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya harta benda. Tetapi, kekayaan yang sebenarnya ialah kekayaan jiwa (hati).” (HR. Abu Ya’la)

Berkurbanlah, Anda akan menjadi orang sukses

Sukses dalam hidup adalah impian tiap orang. Tak seorang pun yang ingin hidup susah: rezeki menjadi sempit, kesehatan menjadi langka, dan ketenangan cuma dalam angan-angan. Hidup seperti siksaan yang tak kunjung usai. Semua langkah seperti selalu menuju kegagalan. Buntu.

Namun, tak sedikit yang cuma berputar-putar pada jalan yang salah. Padahal, rumus jalan bahagia sangat sederhana. Di antaranya, kikis segala sifat kikir, Anda akan menemukan jalan hidup yang serba mudah.

Allah swt. berfirman, “Ada pun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan ada pun yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.” (Al-Lail: 5-10)

Kalau jalan hidup menjadi begitu mudah, semua halangan akan terasa ringan. Inilah pertanda kesuksesan hidup seseorang. Semua yang dicita-citakan menjadi kenyataan. Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “…dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang sukses.” (Al-Hasyr: 9)

Berkurbanlah, Anda akan sangat dekat dengan Yang Maha Sayang

Sebenarnya, Allah sangat dekat dengan hamba-hambaNya melebihi dekatnya sang hamba dengan urat lehernya. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (Qaaf: 16)

Namun, ketika ada hijab atau dinding, yang dekat menjadi terasa sangat jauh. Karena hijab, sesuatu menjadi tak terlihat, tak terdengar, bahkan tak terasa sama sekali. Dan salah satu hijab yang kerap menghalangi kedekatan seorang hamba dengan Penciptanya adalah kecintaan pada harta.

Islam tidak mengajarkan umatnya untuk tidak berharta. Atau, menjadi miskin dulu agar bisa dekat dengan Allah swt. Tentu bukan itu. Tapi, bagaimana meletakkan harta atau fasilitas hidup lain cuma di tangan saja. Bukan tertanam dalam hati. Dengan kata lain, harta cuma sebagai sarana. Bukan tujuan.

Karena itu, perlu pembiasaan-pembiasaan agar jiwa tetap terdidik. Dan salah satu pembiasaan itu adalah dengan melakukan kurban. Karena dari segi bahasa saja, kurban berasal dari kata qoroba-yaqrobu-qurbanan artinya pendekatan. Berkurban adalah upaya seorang hamba Allah untuk mengikis hijab-hijab yang menghalangi kedekatannya dengan Yang Maha Sayang.

Berkurbanlah, Anda akan menjadi yang paling dicintai

Setiap cinta butuh pengorbanan. Kalau ada orang yang ingin dicintai orang lain tanpa memberikan pengorbanan, sebenarnya ia sedang memperlihatkan cinta palsu. Cinta ini tidak pernah abadi. Cuma bergantung pada sebuah kepentingan sementara.

ummi, i love you...

Sahabat, ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu, tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu ..? Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?, dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?

Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yang selalu membuatmu lupa untuk pulang.

Segeralah jenguk ibumu yang berdiri menantimu di depan pintu bahkan sampai malampun kian larut.

Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang. ketika ibu telah tiada, tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita, tak ada lagi senyuman indah ... tanda bahagia.

Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya, yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya.

Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi untukmu makan, tak ada lagi yang rela merawatmu sampai larut malam ketika engkau sakit...Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akanmu disetiap hembusan nafasnya.

Kawan berdo'alah untuk kesehatannya dan rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayangnya jangan biarkan engkau menyesal di masa datang kembalilah pada ibu yang selalu menyayangimu .. Kenanglah semua - cinta dan kasih sayangnya ...

Friday, November 25, 2011

Sedikit info tentang Thallasemia

Gejala thalasemia yang sering ditemui lesu, tidak punya nafsu makan, lekas capai, sering terkena radang tenggorokan dan flu. Penderita mengalami ketidakseimbangan dalam produksi hemoglobin (Hb).
Penderita thalasemia tidak mampu memproduksi protein alpha/protein beta dalam jumlah yang cukup. Sehingga sel darah merahnya tidak dapat terbentuk dengan sempurna. Insiden pembawa sifat thalasemia di Indonrsia berkisar antara 6-10%, artinya dari setiap 100 orang 6-10 orang adalah pembawa sifat thalassemia.
Thalasemia diturunkan oleh orang tua yang carrier kepada anaknya. Jika ayah dan ibu menderita thalassemia maka kemungkinan anaknya untuk membawa sifat talasemia sebesar 50% .
Oleh karena pembawa sifat talassemia tidak dapat dibedakan dengan individu normal, maka statusnya hanya dapat dibedakan dengan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium untuk skrining dan diagnosis thalasemia meliputi:
  1. Hematologi Rutin: untuk mengetahui kadar Hb dan ukuran sel-sel darah
  2. Gambaran darah tepi : untuk melihat bentuk, warna dan kematangan sel-sel darah.
  3. Feritin, SI dan TIBC : Untuk melihat status besi
  4. Analisis Hemoglobin : untuk diaknosis dan menentukan jenis thalassemia.
  5. Analisis DNA : untuk diaknosis prenatal (pada janin) dan penelitian.

Sunday, November 20, 2011

Anakku selalu meniru suara

Kini ia pintar mengenali bermacam suara sekaligus menirunya

Suara-suara menjadi pusat perhatian balita 2 tahun. Anak-anak usia ini cepat mengenal beragam suara, bahkan bisa meniru suara yang ia dengar. Kemampuan ini merupakan gambaran dari kecerdasan kognitif terutama memori dan bahasa.

“Brmmm-brmmm. Itu suara mobil minibus! Drmmnm-drmmmm….itu suara truk!” ujar Dody (25 bulan). Tak beda jauh dengan Mumtazah yang mengenal betul suara favoritnya. “ting-ting-ting, suara pianoku indah,” ujarnya sambil mendendangkan irama seperti tokoh kesayangannya, Elmo.

Bayi memang dibekali kepekaan terhadap beragam rangsang, terutama auditori. Maka tak mengherankan jika balita 2 tahun mampu membedakan rangsang suara yang didengarnya dengan sumber suaranya. Coba tanyakan, “Hayoo..ini suara apa, tik-tok-tik-tok?” Ia menjawab,”Jam”.

Main tebak suara
Kalaupun balita Anda belum terampil atau kurang pengetahuan tentang suara hewan-hewan dan sumber bunyi lain seperti kereta api, deru mobil atau pesawat, Anda bisa melatihnya.

Misalnya, dengan menggunakan laptop, telepon, piano atau mainan bertombol yang ada fitur mengenal suara hewan. Ketika ditekan gambar sapi, keluarlah suara sapi. Ada pula mainan, buku dan permainan lain yang mengeluarkan bunyi untuk mengasahnya.

Latihan memori dan kepekaan menangkap rangsang auditori bisa pula dilakukan dengan cara terbalik Sebutkan nama hewan atau obyek yang punya suara, biarkan ia menebak. Bagus juga main tebak hewan ini disertai ekspresi dan bahasa tubuh yang atraktif. Kegiatan ini asyik dilakukan sebagai jeda saat mengantar tidur, sambil mendongeng atau membacakan cerita.

bila si balita suka corat-coret

Corat-coret bukan sekadar kegiatan mengotori tembok, kertas atau buku dan majalah. Ini ajang penting untuk melatih motorik halus.

Asyik juga mengamati balita mencoret-coret tembok, kertas atau apapun yang ada didekatnya. Menakjubkan, karena yang bagi orang dewasa itu coretan itu bagaikan benang kusut tapi  balita begitu menikmati aktivitas ini. Dia begitu bangga dan begitu bahagia mengamati hasil coretannya.

Sebenarnya aktivitas coret-coret ini adalah awal dari aktivitas menulis, saat itu balita 1 tahun senang meniru kebiasaan orang dewasa di sekitarnya. Dia mengamati kita !..

Kenapa coretannya masih seperti benang kusut? Karena balita 1 tahun walaupun sudah mampu memegang krayon/pensil dengan benar tapi dia belum mampu untuk mengendalikan gerak motorik halusnya. Sehingga hasil coretannya akan tampak seperti benang kusut.

Coretan benang kusut ini akan terjadi dengan alat tulis apapun yang kita berikan. Ini adalah tahap awal belajar mereka untuk memulai proses menulis. Jangan dulu latih  balita untuk mewarnai gambar. Biarkan saja balita kita asyik bereksplorasi dengan crayon dan coretannya.

Apa aja yang harus dilakukan oleh orang tua untuk membantu balita melalui tahap ini ? :
  • Jangan pelit memberikan kertas dan krayon untuk membantu balita mengembangkan keterampilannya dan menguatkan otot jarinya.
  • Dampingi balita ketika sedang melakukan aktivitas mencoret-coret ini. Karena bisa saja balita bosan mencoret-coret kertas, dia berpindah mencoret tembok, kursi bahkan mencoret dirinya sendiri. Ketika kebosanan mendera balita, bisa saja balita coba-coba memasukkan crayon/spidol ke dalam mulutnya.
  • Jangan hanya terpaku pada kegiatan mencoret-coret ini. Lakukan variasi kegiatan di saat dia sudah kelihatan mulai bosan mencoret-coret. Seperti bernyanyi sambil bertepuk tangan misalnya. Jadi balita bisa mengembangkan keterampilannya yang lain.

Yuuuk ajari anak bersikap sportif

Maunya berkompetisi tapi tak bisa menerima kekalahan. Mengajarkan sikap sportif bukanlah sia-sia.

Balita 5 tahun hobi betul main bola, boardgame, lomba lari, lomba makan kerupuk dan sabagainya. Jika menang, senangnya bukan main. Bagaimana anak-anak usia ini menghadapi kekahalan?

Mengabaikan aturan. Sampai umur 6 tahun, anak-anak belum benar-benar dapat menerima kekalahan dan bersifat sportif. Mereka memilih mengabaikan aturan daripada menerima risiko kalah. Padahal mereka sudah memahami aturan main. Ini karena balita 5 tahun masih memiliki perasaan sebagai pusat dunia (egosentris). Anak merasa seharusnya ia yang memenangkan setiap lomba. Tak heran jika anak masih sulit menerima kekalahan.

Karenanya, yang paling bijaksana adalah puji balita 5 tahun untuk ikut bermain atau bertanding. Daripada bertanya siapa yang memenangkan pertandingan, lebih baik menekankan seberapa keras anak berusaha atau berlatih sebelumnya. Atau bagaimana senangnya dapat bermain atau berlomba bersama teman-teman.

Kalah-menang, biasa. Namun, bukan berarti sia-sia jika Anda mengajarkan sportivitas. Balita belajar dengan cara memperhatikan apa yang terjadi di lingkungannya. Jika Anda secara konsisten sportif pada setiap permainan atau pertandingan, serta tidak menunjukkan sikap mau menang sendiri, anak pun mengikuti jejak Anda

Tak perlu pula membesar-besarkan sebuah kemenangan, tapi tunjukkan bahwa yang penting Anda telah berusaha, dan lebih menekankan pada sisi kebersamaan serta fun dibandingkan sekedar menang atau kalah.

Beri penghargaan. Jangan lupa pula, hargai setiap upaya maupun pencapaiannya. Dukungan Anda pada setiap kegiatannya meningkatkan rasa percaya dirinya. Pada saatnya ia tidak lagi merasa terancam jika kalah dari orang lain.

Jika ini terjadi, sedikit demi sedikit Anda giring si kecil untuk berani mengakui kekalahannya secara sportif pada setiap kompetisi. Di saat inilah anak berani berkompetisi dalam arti sebenarnya.